
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Probolinggo menyelenggarakan kegiatan “Orientasi Kepalangmerahan” bagi Relawan Baru dan Staf PMI sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan PMI. (9/11/25)
Pengurus PMI Kota Probolinggo dan Peserta Orientasi
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota
Probolinggo menyelenggarakan kegiatan “Orientasi Kepalangmerahan” bagi Relawan
Baru dan Staf PMI sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya
manusia di lingkungan PMI. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman
dasar tentang prinsip-prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
Internasional, struktur organisasi PMI, serta peran dan tanggung jawab relawan
dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Kegiatan orientasi dilaksanakan 2
hari di Aula PMI Kota Probolinggo pada 9 dan 16 Nopember 2025, dengan diikuti
oleh 14 relawan baru serta 8 staf PMI Kota Probolinggo. Dalam kegiatan ini,
para peserta mendapatkan pembekalan langsung dari narasumber yang berpengalaman
di bidang kepalangmerahan.
Materi yang disampaikan mencakup sejarah berdirinya Palang Merah, Prinsip Dasar Gerakan, struktur organisasi PMI, serta pengenalan program-program utama seperti pelayanan darah, penanggulangan bencana, pertolongan pertama, dan pembinaan relawan. Selain sesi teori, peserta juga mengikuti kegiatan interaktif berupa simulasi, diskusi kelompok, dan praktik lapangan sederhana untuk menumbuhkan semangat solidaritas dan kebersamaan.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh
Sekretari PMI Kota Probolinggo, Dr. H. Agus Lithanta, S.Pd., M.Pd. D. “Saya
berharap agar materi yang disampaikan dalam kegiatan ini dapat diikuti dengan
sungguh-sungguh. Dipahami dan nantinya dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas.”
Ucap Agus.
Melalui kegiatan orientasi ini,
diharapkan para relawan dan staf baru memiliki pemahaman yang komprehensif
tentang nilai-nilai kemanusiaan serta mampu menerapkannya dalam setiap
aktivitas pelayanan. PMI Kota Probolinggo berkomitmen untuk terus memperkuat
kapasitas relawannya agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,
khususnya dalam situasi darurat maupun kegiatan sosial kemanusiaan di daerah.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi
ajang pembelajaran, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan loyalitas
terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan. Dengan semangat “Setetes Darah, Sejuta
Harapan”, para relawan diharapkan siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan
misi PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang netral, profesional, dan
berintegritas tinggi.
Penulis : ECK