
Orientasi ini mewujudkan peningkatan SDM Pembina PMR
Panitia Penyelenggara, Ketua PMI Kota Probolinggo dan Fasilitator
Salah satu program PMI Kota Probolinggo
dalam membina SDM adalah diadakannya Orientasi Pembina PMR. Tujuan dari
kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas PMR, mendesiminasikan
Kepalangmerahan kepada pembina PMR dan membekali Pembina PMR dengan pengetahuan
tentang manajemen PMR serta menjadi ajang refresh kembali bagi pembina PMR yang
telah mengikutinya. Sekaligus menjadi ajang pemantauan dan evaluasi PMI tentang
pembinaan PMR di sekolah. Tahun ini, orientasi pembina PMR dilaksanakan pada
Selasa – Kamis, 3 – 5 Desember 2024 yang bertempat di Aula PMI Kota
Probolinggo.
Hari pertama, sambutan dari ketua panitia penyelenggara, Agus Lithanta menyampaikan “Dasar diselenggarakannya kegiatan ini antara lain, 1. UU No. 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan; 2. PP No. 7 Tahun 2019 tentang Kepalangmerahan; 3. Nota Kesepahaman Antara PMI dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tehnologi, No. 004/MOU-PMI/IV-2023 tentang Sinergitas Dalam Pengembangan Kepalangmerahan dan Kesiapsiagaan Bencana; 4. AD/ART Palang Merah Indonesia 2019-2024; 5. Program Kerja Pengurus PMI Kota Probolinggo 2024”.
Pada acara ini pemberi materi antara
lain Andris Rusfanto (Staf PMI Provinsi Jawa Timur), Hamidan Noor F. (Staf PMI
Propinsi Jawa Timur) dan Luthfiana Basyirah (TSR PMI Kabupaten Sidoarjo) dan
dihadiri peserta pembina madya 12 unit, pembina wira 11 unit dan unsur relawan
4 unit.
Para Pengurus PMI Kota Probolinggo dan Peserta Orientasi
Ketua PMI Kota Probolinggo, Mega
Guntara, SE membuka orientasi dengan hidmat. Seperti standar pelatihan PMI
biasanya, orientasi dimulai dengan perkenalan, menyepakati norma dan menuliskan
harapan yang telah disediakan. Hal ini perlu dan baik dilakukan agar peserta
merefleksikan diri setiap hari di kondisi apakah dirinya berada, menuliskan
dengan jelas apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.
“Melalui program kerja PMI Kota
Probolinggo akan melakukan pembinaan-pembinaan dalam pengembangan kapasitas
yang berkarakter bagi adik-adik PMR”, ungkap
Mega Guntara, SE. “Saya ucapkan terima kasih, semoga dikegiatan orientasi
pembina PMR ini menjadi ajang silaturahmi dan sharing info dalam segala hal
terutama tentang pengembangan kapasitas yang berkarakter”, tambahnya.
Materi hari kedua orientasi adalah
Pembina / guru wajib mendapatkan pengetahuan/refresh tentang sejarah, komponen
gerakan, prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah
internasional, lambang dan PMI, juga tentang hukum humaniter internasional.
Karena masih ada lambang dimana penggunaannya masih banyak yang kurang tepat di
lapangan, besar kemungkinan karena bermula dari ketidaktahuan. Dalam kesempatan
ini, pembina PMR di Kota Probolinggo mendapat kesempatan sharing dan beberapa
penguatan dari pemberi materi.
Hari ketiga orientasi, peserta mendapat
materi manajemen PMR, didalamnya dibahas tentang siklus manajemen PMR yaitu,
perekrutan – pelatihan – tri bakti PMR – pengakuan dan penghargaan – pemantauan
dan evaluasi. Perekrutan merupakan awal dari pembinaan, bagaimana cara promosi
dan publikasi yang dilakukan oleh pembina/ PMR menentukan keberhasilan
perekrutan anggota baru / unit baru PMR pada tahun ajaran baru. Pelatihan PMR,
sudah memiliki kurikulum yang jelas dari PMI Pusat, PMR akan belajar 7 materi
yaitu Gerakan, Pertolongan Pertama, Kesiapsiagaan Bencana, Kesehatan Remaja,
Donor Darah, Kepemimpinan, Sanitasi dan Kesehatan. Dengan beban kurikulum yang
cukup tinggi, maka sangat diperlukan kreativitas pembina dalam mengelola
pelatihan, metode dan media dibuat menarik untuk menghindari kejenuhan dalam
latihan. Program kerja pembinaan PMR dapat dikemas dalam kegiatan internal dan
eksternal.
Pada acara penutupan orientasi tanggal 5
Desember 2024, Kepala Markas PMI Kota Probolinggo, Endar Setyo W. menyampaikan
kepada para pembina PMR “mari kita
koordinasi dengan baik, komunikasi dengan baik karena tujuan kita hanya untuk
anak-anak.”
- ECK -