Pelatihan Pertolongan Pertama Tingkat Dasar PMI Kota Probolinggo Resmi Ditutup, Relawan Diminta Sebarkan Ilmu kepada Masyarakat

Pelatihan Pertolongan Pertama Tingkat Dasar (First Aid) yang diselenggarakan oleh PMI Kota Probolinggo resmi ditutup pada Rabu, 22 Juli 2026, bertempat di Aula PMI Kota Probolinggo. Kegiatan yang telah berlangsung 4 hari sejak 19 Juli 2026 ini ditutup secara resmi oleh Wakil Ketua PMI Kota Probolinggo, Novan Agus Priyanto, SH, setelah seluruh peserta menyelesaikan rangkaian materi teori maupun praktik sesuai standar Palang Merah Indonesia.

Wakil Ketua PMI Kota Probolinggo, Nova Agus Priyanto, SH (tengah) Menutup Pelatihan

Kota Probolinggo - Pelatihan Pertolongan Pertama Tingkat Dasar (First Aid) yang diselenggarakan oleh PMI Kota Probolinggo resmi ditutup pada Rabu, 22 Juli 2026, bertempat di Aula PMI Kota Probolinggo. Kegiatan yang telah berlangsung 4 hari sejak 19 Juli 2026 ini ditutup secara resmi oleh Wakil Ketua PMI Kota Probolinggo, Novan Agus Priyanto, SH, setelah seluruh peserta menyelesaikan rangkaian materi teori maupun praktik sesuai standar Palang Merah Indonesia.

Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen PMI Kota Probolinggo dalam meningkatkan kapasitas relawan, pengurus Kelompok Donor Darah (KDD), serta staf PMI agar memiliki kompetensi pertolongan pertama yang profesional, cepat, tepat, dan berintegritas. Selama 4 hari, para peserta dibimbing oleh fasilitator dan instruktur yang telah memiliki kompetensi di bidang pertolongan pertama sesuai standar PMI.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua PMI Kota Probolinggo, Novan Agus Priyanto, SH, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan penuh semangat dan kedisiplinan. Ia berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada diri masing-masing peserta, melainkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Ilmu yang telah diperoleh selama pelatihan ini jangan hanya dipendam. Jadikan bekal untuk membantu sesama dan sebarkan kepada masyarakat agar semakin banyak orang yang memahami pentingnya pertolongan pertama. Dengan begitu, manfaat pelatihan ini akan terus berkembang dan mampu mendukung pelayanan kemanusiaan yang lebih baik," ujar Novan.

Ia juga menegaskan bahwa kemampuan memberikan pertolongan pertama merupakan keterampilan yang sangat penting, karena dalam kondisi darurat setiap detik sangat berharga untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Oleh karena itu, para peserta diharapkan terus mengasah kemampuan melalui latihan dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan yang diselenggarakan PMI.



Pada acara penutupan juga diumumkan lima peserta terbaik yang berhasil menunjukkan prestasi, kedisiplinan, serta penguasaan materi dan praktik selama pelatihan. Kelima peserta tersebut adalah:

  1. Renfa Dwi Andini
  2. Widiawati
  3. Hasbakallah Juli Hamzah
  4. Sugeng Suprisayoga
  5. Titis Krisnawati

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan capaian peserta selama mengikuti pelatihan, sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh relawan untuk terus meningkatkan kemampuan di bidang pertolongan pertama.

Dengan berakhirnya Pelatihan Pertolongan Pertama Tingkat Dasar (First Aid) ini, PMI Kota Probolinggo berharap seluruh lulusan mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menjalankan tugas-tugas kemanusiaan. Melalui relawan yang kompeten dan siap siaga, PMI Kota Probolinggo optimistis pelayanan kepada masyarakat akan semakin profesional, cepat, tepat, dan memberikan manfaat yang nyata bagi sesama. (Er.CK)

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT